Yak 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya . 17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.

Biasanya kalau orang sakit setelah pergi ke dokter untuk memeriksa penyakit yang dideritanya akan pulang dengan mengkantongi resep dari dokter. Dokter memberikan resep untuk dia meminum obatnya dalam beberapa kali minum. Bisa 3×1, 3×2 atau 2×1 sampai obatnya habis. Kalau bahan obatnya berupa anti biotika ia diharuskan mengkonsumsi obatnya sampai habis. Intinya  dalam dunia kedokteran masih diperlukan  upaya lebih dari sekali untuk tindakan pengobatan pada seseorang.

Demikian juga untuk orang yang mengalami kesakitan karena benturan atau keseleo pada beberapa anggota tubuhnya. Mereka dianjurkan untuk diperlakukan  berbagai tindakan terapi sperti terapi urut; terapi berjalan kaki; terapi mengoleskan minyak; terapi kompres air panas dan dingin supaya pembengkakan dan kerusakan pada urat serta sendi dapat sepenuhnya membaik.

Orang yang menginap penyakit kanker dianjurkan untuk dilakukan terapi kemo terapi bahkan ada yang sampai bertahun-tahun. Walaupun kemoterapo meruapakan  usaha yang tidak ada kepastian dan sasaran yang jelas , tetap saja para penyakit kanker rela dilakukan  terapi yang berbiaya tinggi. Mereka yang mempunyai uang banyak mencari rumah sakit terbaik di luar negeri untuk menghilangkan kanker ganas pada anggota tubuh mereka. Tidak heran dengan jadwal yang panjang secara rutin mereka bolak-balik ke luar negeri.  Hal ni disebabkan  kepercayaan yang tinggi akan tindakan medis pada kebanyakan orang walaupun itu belum  menunjukkan hasil yang berarti.

Dalam hal mencari kesembuhan dari Allah, beberapa orang memiliki prinsip yang keliru menyangkut kesembuhan ilahi. Khususnya untuk orang yang sudah percaya kepada Kristus. Pertama mereka menganggap bahwa kesembuhan ilahi itu seperti lotere saja. Anggapan mereka kalau  dia dapat sembuh itu  itu syukur tetapi kalau tidak sembuh berarti dia tidak beruntung. Jadi apabila dia datang ke kebaktian kesembuhan ilahi dan ia kebetulan maju ke depan untuk didoakan pengharapannya adalah “Wish me luck!” semoga saya beruntung saja. Orang lain dapat sembuh sedangkan saya tidak, jika saya tidak sembuh saya akan kembali kepada pengobatan “normal” yaitu minum obat-obatan secara teratur.  Seharusnya mereka percaya bahwa Tuhan mau menyembuhkan semua orang, tidak ada yang menjadi favorit bagi Dia. Alkitab mengatakan semua orang sakit yang datang pada-Nya mengalami kesembuhan.

Kedua, dia berpikir kesembuhan ilahi harus disertai dengan tanda ajaib yang berlaku “instant” . Jika tidak ada kesembuhan seketika maka itu kesembuhan ilahi. Bahkan kesembuhan parsial yang dialaminya  dianggap belum disembuhkan oleh Tuhan. Tuhan Yesus menyembuhkan  orang sakit dalam berbagai cara selama Dia melayani di dunia ini. Ia mendemonstrasikan kepada dunia bahwa Dia adalah utusan Tuhan yang diurapi oleh Roh Kudus untuk membawa pembebasan, kesembuhan dan juga pengampunan dosa. Tanda-tanda mukjizat yang Ia lakukan ditunjukkan agar orang-orang yang belum percaya dapat percaya kepada Dia. Dia datang untuk menghancurkan perbuatan-perbuatan iblis yang mencuri, membunuh dan membinasakan dan memberikan kepada mereka yang percaya kehidupan baru yang berkelimpahan di dalam Dia.(Yoh 10:10).

Apakah ada orang yang tidak sembuh dalam pelayanan Dia dan murid-murid-Nya? Saya mencatat ada tiga peristiwa di mana kesembuhan tidak terjadi secara instant bahkan kesembuhan tidak terjadi sama sekali kepada orang-orang sakit di sekitar Dia. Pertama adalah kasus di mana orang buta yang disembuhkan oleh Yesus. Setelah Yesus mejamah matanya yang buta, Yesus bertanya, “Apakah matamu sudah melihat dengan normal?” Ia menjawab bahwa ia sudah melihat bayangan orang-orang seperti pohon. Berarti dia belum sembuh total. Di sini pelajaran bagi kita bahwa Yesus sendiripun pernah tidak berhasil 100% menyembuhkan orang dalam sekali pukul. Kali ini dibutuhkan lebih dari sekali untuk menyembuhkan orang sakit.

Selama ini dalam pelayanan saya, kebanyakan orang puas dengan didoakan satu kali saja. Mereka merasa bahwa melakukan doa yang sama untuk kesembuhan menandakan bahwa kita kurang beriman dan hal itu berdosa! Kenapa sebelum tidur  kita mau  berdoa sendiri secara pribadi untuk seluruh anggota keluarga supaya mereka sehat-sehat selama berhari-hari sampai dia sembuh? Apakah itu hanya doa rutin yang tidak ada hasil?  Kita mau berdoa karena kita memiliki pengharapan agar orang yang kita sayangi sembuh sempurna. Marilah kita lakukan itu lebih yakin dan lebih bertekun.

Yakobus 5:16-17 yang menjadi ayat-ayat renungan kita hari ini mengajarkan supaya kita berdoa dengan penuh keyakinan dan bertekun. Kita sama seperti Nabi Elia adalah manusia biasa bukan superman atau orang yang datang dari planet lain. Kalau Elia dapat melakukan doa yang menahan dan menurunkan hujan dan api kita dapat melakukan hal yang sama karena kita juga adalah anak Raja segala raja.

Mari kita sedikit melihat ke Perjanjian Lama tentang Elia yang berdoa tentang hujan. Pada bagian pertama,

Lalu, berkatalah Elia, orang Tisbe, yang adalah seorang pendatang dari Tisbe-Gilead kepada Ahab, “Demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang kulayani di hadapanku, pada tahun-tahun ini takkan ada embun atau hujan kecuali jika mulutku mengatakannya.” 1 Raj 17:1 TB

Adalah seorang nabi bernama Elia. Ia berasal dari Tisbe, suatu kota di wilayah Gilead. Pada suatu hari ia datang kepada Raja Ahab dan berkata, “Demi TUHAN yang hidup, Allah yang disembah orang Israel dan yang saya layani, saya memberitahukan kepada Tuan bahwa selama dua atau tiga tahun yang berikut ini tidak akan ada embun atau hujan sedikit pun, kecuali kalau saya mengatakannya.” (1 Raj 17:1 BIS)

 

And Elijah the Tishbite, [who was] of the inhabitants of Gilead, said unto Ahab, [As] the LORD God of Israel liveth, before whom I stand, there shall not be dew nor rain these years, but according to my word. (1 King 17:1 KJV)

 

Now Elijah the Tishbite, from Tishbe in Gilead, said to Ahab, “As the LORD, the God of Israel, lives, whom I serve, there will be neither dew nor rain in the next few years except at my word.”  1 King 17:1 (NIV)

 

Now Elijah the Tishbite, who was of the settlers of Gilead, said to Ahab, “As the LORD, the God of Israel lives, before whom I stand, surely there shall be neither dew nor rain these years, except by my word.”  (1 King 17:1 NASB)

 

Saya pernah mendoakan orang yang sakit selama belasan menit non stop sampai orang yang bisu mulai dapat mendengar dan mengikuti kata-kata saya yang ia dengar. Saya bahkan pernah bolak-balik 3 hari untuk mendoakan orang buta sampai ia dapat melihat kembali. Saya pernah melakukan lewat telepon selama 15 menit untuk melihat papa saya dipulihkan dari kondisi kritis. Saya mau bertekun untuk kembali melayani orang yang sakit yang belum total sembuh jika waktu mengizinkan dan orang yang sakit mau dilayani. Dalam pelayanan kesembuhan di berbagai daerah , jika saya masih punya waktu untuk tinggal di daerah itu, saya melakukan konseling dan mendoakan kembali orang-orang yang sakit yang belum sembuh secara instan. Seringkali sesudah melakukan tatap muka dan tanya jawab beberapa orang sakit perlu bertobat dari ketidakpercayaan mereka, bertobat dari kehidupan yang tidak kudus, tidak mengampuni baru mereka akan mengalami kesembuhan. Saya juga perlu berdoa, berpuasa untuk beberapa kondisi yang sangat kuat melawan . Saya perlu mendapatkan iman yang kuat untuk beberapa penyakit tertentu. Kondisi yang lain, orang yang sedang dilayani dan keluarga mereka perlu dikuatkan dengan firman Tuhan tentang kesembuhan supaya mereka mendapatkan iman yang teguh yang cukup dapat menyembuhkan mereka. Jika mereka tidak yakin bahwa Tuhan mau menyembuhkan mereka bagaimana mereka dapat disembuhkan?

Ketidak percayaan membuat mukjizat itu tertahan. Inilah kondisi yang kedua yang saya anggap menghalangi Yesus menembuhkan orang sakit. Ia tidak dapat melakukan banyak mukjizat kesembuhan kecuali kepada beberapa orang yang mau dan percaya pada Dia di kota Nasareth tempat Ia dibesarkan. Ia memang menumpangkan tangan kepada beberapa orang tertentu yang mau. Jelas Tuhan hanya mau melayani orang yang mau dan percaya kepada Dia. Kondisi yang ketiga adalah ketidaksembuhan yang terjadi saat murid-murid-Nya dilaporkan oleh seorang ayah karena dapat menyembuhkan anaknya yang sakit ayan. Yesus kemudian menegor mereka dan memerintahkan penyakit ayan itu pergi. Apa yang ditegor Yesus? Ketidak percayaan mereka! Saya perlu menegor diri sendiri dan menasehatkan teman-teman saya agar memeriksa diri sendiri apakah mereka melayani dengan iman untuk menyembuhkan orang sakit? Jika mereka berdoa dengan memakai kata-kata “Jadilah kehendak-Mu bukan kehendaku” atau Jika Engkau mau menyembuhkan dia silahkan sembuhkan kalau tidak terserah Engkau Tuhan, masih banyak waktu untuk dia disembuhkan. “Mungkin ini kesempatan bagi dia untuk diajar seperti Ayub agar dapat bertobat !” “Tuhan yang mengizinkan semua ini terjadi untuk mengajar kita!” Kata-kata sok rohani seperti ini mematikan iman kita untuk mengizinkan terjadi mukjizat. Jangan pernah sekalipun berdoa memakai kata-kata yang mematikan iman.

Seharusnya dengan iman yang teguh kita katakan “ “ Demi nama Yesus, engkau disembuhkan; “Tuhan Yesus sembuhkan engkau .” ” Penyakit demam tinggi keluar di dalam nama Yesus!” ; “Sakit magh hilang!” ;” Mendengarlah!”; ” Terbukalah!” ; “Melihatlah!”;  “Berjalanlah !”; “Sakit Jantung kembali normal !” ” Bangkit, berjalanlah !” ; ” Melompatlah!”. Kita perlu menolong orang yang sakit untuk melakukan hal-hal yang susah dia lakukan sebelumnya. Ajar dia juga bertindak dalam iman. Iman adalah jalan masuk kepada anugerah (Roma 5:1).  Kita perlu memeriksa apakah terjadi perubahan signifikant. Kalau belum, selama ada waktu bagi kita mari kita bertekun.

Tindakan Iman dari Elia