Matius 14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu !”, Lalu berteriak-teriak karena takut.

27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” 28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”

29 Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam Lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

Petrus melangkah keluar dari perahu dan berjalan di atas air setelah Yesus memerintahkannya untuk melakukannya. Tapi ketika dia takut dan mulai bimbang, dia tenggelam. Sebenarnya apa yang Petrus bimbangkan? Dia tidak meragukan kuasa Tuhan untuk berjalan di atas air. Tapi, dia meragukan apakah dia sanggup menaati perintah Tuhan untuk datang dan berjalan di atas air.

Yesus juga memerintahkan kita untuk menyembuhkan orang sakit saat kita memberitakan lnjil (Lukas 10:9). Tapi apa yang terjadi begitu kita mulai bimbang saat melayani kesembuhan? Kita ‘tenggelam’, orang sakit seringkali tidak disembuhkan. Tentu saja, Yesus bisa langsung menyembuhkan meskipun kita ragu, walaupun tentu saja bukan ini cara yang la sukai. Pada akhirnya Yesus menyelamatkan Petrus dari tenggelam, tapi Dia mengecam Petrus karena kebimbangannya. Bimbang di sini berarti bimbang dalam menaati perintah Tuhan. Dalam kebimbangan tidak ada kuasa.

Sebenarnya ini juga penting untuk dipahami oleh setiap orang percaya yang sedang mencari kesembuhan untuk diri sendiri atau untuk orang lain. Jika mereka ragu apakah kehendak Tuhan untuk seseorang dapat disembuhkan dari sakit penyakit maka mereka tidak akan memiliki iman yang cukup untuk mereka dapat menerima mukjizat kesembuhan ilahi.

Tuhan sudah memberikan dasar alkitabiah bahwa Ia sudah menanggung semua sakit penyakit di kayu salib dan oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan (I Pet 2:24) dan semua orang-orang yang datang pada-Nya disembuhkan. Tuhan juga mau untuk menyembuhkan. Jika kita ragu dan bimbang maka kita tidak akan mendapat apa-apa. Sebaiknya kita mengumpulkan bukti-bukti kebenaran Alkitab yang mendukung keyakinan kita. Bukan pendapat orang lain atau bukan dengan melihat bahwa di sekitar saudara banyak orang yang tidak disembuhkan.  Jika kita ragu kita akan berdoa seperti ini: “ Jika bukan kehendak Tuhan saya sembuh maka saya tidak akan sembuh. Jadilah kehendak-Mu bukan kehendakku !” Apakah ada iman dari doa-doa macam ini?