+6282117227246

Ketika kita memperhatikan sejumlah orang yang berbeda suku, bahasa, kaum dan bangsa dengan kita yang belum menyembah Yesus Kristus sebagai Tuhan, Penebus dan Juru Selamat mereka kita bereaksi macam-macam. Beberapa orang sangat cuek dan bahkan tidak peduli. Mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Sebagian yang lain menyadari bahwa mereka tidak akan binasa tanpa pengenalan akan Kristus tapi mereka menganggap bahwa itu bukan urusan mereka untuk memperkenalkan Kristus biarlah Tuhan sendiri yang memperkenalkan diri. Sebagian yang lain menganggap bahwa mereka memang memerlukan seseorang yang diutus untuk bersaksi dan membawa mereka kepada Kristus tapi mereka berpandangan bahwa itu adalah urusan para misionaris, pendeta dan pemberita-pemberita Injil.

Hari ini saya merenungkan beberapa ayat yang terdapat dalam kitab Wahyu.

Wahyu 5:6-14 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. (7) Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. (8) Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

(9) Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. (10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.” (11) Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, (12) katanya dengan suara nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” (13) Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” (14) Dan keempat makhluk itu berkata: “Amin”. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.

Surga peduli sekali dengan bumi dan segala penghuni bumi. Anak domba memiliki tujuh tanduk dan bermata tuju. Tujuh adalah angka kesempurnaan. Tujuh Roh Allah yang dimiliki oleh Yesus Kristus telah diutus ke bumi. Di berbagai belahan bumi ini tidak ada tempat yang tidak ada Roh Allah. Sejak bumi di ciptakan Roh Allah ada di permukaan bumi. Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi tidak ada tempat yang tidak dapat di jangkau oleh Roh Allah. Itulah sebabnya kita harus percaya di manapun kita berada Roh Allah ada dan memberi kita kekuatan, mengawasi setiap langkah kita dan mendengar doa kita, memberi hikmat kepada kita memberi kekuatan baru kesembuhan dan kemenangan atas segala kuasa setan-setan dan berbagai penyakit.

Sayangnya dunia lebih percaya akan roh-roh jahat yang ada diberbagai belahan bumi. Mereka lebih percaya kepada virus-virus, bahteri-bahteri yang ada di udara di mana mereka pergi. Mereka takut dengan racun, binatang buas dan perampok dan penjahat yang berkeliaran di setiap suku kaum dan bahasa.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mata Tuhan ada disegala tempat dan mampu menjelajah ke tempat yang sangat primitif dan keras sekalipun. Allah ingin bumi dipenuhi dengan segala kemuliaan-Nya. Tuhan ingin agar Kerajaan Surga datang di bumi. Tuhan ngin memerintah selama-lamanya untuk kemuliaan-Nya sendiri.

Surga juga berespon akan doa-doa orang-orang kudus, bukan seperti yang diajarkan dan dibayangkan oleh orang dari kepercayaan Roma Katolok bahwa Tuhan mendengar doa-doa orang yang dianggap kudus. Sehingga mereka jadi perantara bagi kita selama mereka hidup dan sesudah mereka juga meninggal. Setiap orang kudus adalah mereka yang telah menjadi percaya, yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Jurus selamat mereka. Mereka mengakui dalam hati dan dalam perkataan mereka bahwa Yesus adalah Tuhan dan telah mati dan bangkit bagi penebusan mereka.

Rom 10:8-17 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan. (9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (10) Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Setiap orang yang memiliki pengakuan dalam hati dan dalam mulut dan dalam perkataan mereka mereka diselamatkan. Tidak ada terkecuali apakah mereka orang Yahudi (orang Israel) ataupun mereka orang Yunani (bukan Israel seperti orang Indonesia). Tuhan itu Esa dan jangkauannya berlaku universal kepada semua suku kaum dab Bahasa di mananpun.

(11) Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” (12) Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. (13) Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Jadi mereka adalah orang-orang yang kudus yang peduli dengan keselamatan suku dan kaum dan bangsa mereka yang belum percaya dan juga kepada suku dan kaum dan bangsa mereka yang belum percaya. Tuhan Yesus mengajar muridd-muridNya untuk berdoa agar semakin banyak pekerja yang mau pergi keluar untuk bersaksi tentang Yesus. Doa-doa orang kudus adalah doa yang lahir atas kehendak Allah. Mari kita berdoa setiap hari untuk keselamatan segala suku kaum dan Bahasa dan kesempatan mereka untuk mengenal atau menemukan kesaksian lewat cara apapun seperti media, film, youtube, internet, kesaksian pribadi, kesaksian kesembuhan dan sebagainya.

Selain berdoa, mari kita terbeban, dan rela untuk memberitakan Injil sebagai kasut kita dalam peperangan rohani. Tanpa kasut kita aakan tertusuk duri dan luka-luka. dengan kasut kita akan terlindung dari sakit dan juga.

(14) Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? (15) Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” (16) Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?” (17) Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Mar 16:16-18 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, (18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Luk 9:1-2 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. (2) Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,

Luk 10:8-9 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, (9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Luk 10:17-20 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” (18) Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. (19) Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (20) Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”

Tuhan berjanji untuk menyertai dan orang-orang yang diutus untuk memberitakan Injil, mereka akan menang terhadap setan-setan penyakit-penyakit, ular dan kalajengking, segala racun maut, dan tidak ada yang membahayakan mereka, walaupun mereka menumpangkan tangan ke berbagai orang sakit.

Saya telah melayani selama bertahun-tahun dan menymbuhkan orang sakit di dalam nama Yesus kepada suku kaum dan Bahasa dan ke tempat-tempat yang miskin, kotor dan sangat berbahaya, tapi sekalipun saya telah menumpangkan tangan ke berbagai orang sakit di rumah mereka, di rumah sakit, tidak ada bahteri virus-virus yang menjangkit kepada saya. Kalau pun ada datang dapat diusir keluar dalam nama Yesus Kristus. Kita berkuasa kepada penyakit orang lain dan juga kepada penyakit yang datang pada diri kita sendiri. Efesus 2:6-10 berisi tentang kekuatanan pertahanan orang percaya. Mereka berdiri tegap dan kokoh mereka bukan orang yang sakit-sakitan dan lemah. Mereka seperti tentara Allah dan yang memiliki fisik mental dan rohani yang kuat. Segala panah api dari sijahat di tangkis dengan perisai iman dan dengan firman Allah dapat menyerang serangan balik kepada musuh yang menyerang. Kita terlindung dari atas dan dari bawah karena ketopang keselamatan dan kaki yang berkasutkan kerelaan memberitakan Injil. Kita punya ikat pinggang yang kuat untuk membawa pedang yaitu kebenaran Allah. Kita adalah tentara-tetanra Allah, orang-orang kudus yang telah dibenarkan oleh darah Anak Domba.

Kenapa banyak anggota gereja yang sakit-sakitan, karena mereka tidak taat. Untuk melaksanakan Amanat agung butuh ketaatan, karena amanat agung itu bukan pilihan tapi kewajiban setiap orang percaya.

Kel 15:26 firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”

Mat 28:17-20 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. (18) Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Doa adalah napas hidup kita sebagai tentara Allah dan sebagai orang-orang kudus. Hubungan dengan Tuhan menjadi kehidupan peribadi kita yang luar biasa.
Ef 6:18-20 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (19) juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, (20) yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Ayat kesembilan pada kitab wahyu pasal ke empat tadi mengatakan bahwa Tuhan Yesus seperti Anak domba yang telah disembelihi untuk keselamatan suku, kaum, bahasa dan bangsa. Tidak ada yang terkecuali. Secara de jure Tuhan telah menebus mereka, mereka sudah memiliki hak untuk menerima penebusan Yesus dan mereka akan selamat. Saatnya secara de facto kita rebut hak kita.

Ayat-ayat lain mengisyaratkan juga bahwa tentara surge tak terbatas jumlahnya mereka siap untuk membantu dan membawa kita dalam kemuliaan dalam setiap perkara yang kita lakukan untuk memberitakan Injil memenyembuhkan orang, menghancurkan kutuk-kutuk melawan segala musuh-musuh dan mengajar orang lain dalam pemuridan bangsa-bangsa. Kita tidak usah takut jika kita berjalan sendiri, atau hanya berdua saja, karena Tuhan adalah Roh dan di mana Ada Roh Allah di situ ada kemerdekaan

Bukan saja mereka akan selamat tapi mereka dinubuatkan untuk menjadi imam-iman dan raja-raja yang akan memerintah sebagai raja di bumi. Mereka akan berkuasa dan memiliki otoritas sama seperti murid-murid Yesus lainnya. Mereka akan memiliki kekuasaan sebagai anak-anak raja yang dapat menghancurkan seagala setan-setan dan berbagai penyakit! Haleluyah..

Semuanya itu untuk kemuliaan dan kebesaran dan keaguangan Allah selama-lamanya bukan untuk kemegahan gereja tertentu, denominasi tertentu, pelayanan tertentu, hamba Tuhan tertentu. Tuhan akan menghancurkan menara-menara Babel modern yang mencari nama, mencari peninggian atas pelayanan dan gereja mereka.

SegalaNya untuk Dia dan bagi Dia segala kemuliaan selama-lamanya Amin.

Related posts: