Mengambil Resiko melangkah dengan Iman untuk taat kepada Allah dan mengasihi orang lain.

Kisah ratu Ester mengingatkan kita kepada seorang mempelai Raja yang berani mengambil resiko untuk taat akan kehendak Allah (demi penyelamatan atas pembinasaan bangsa Yahudi) dan karena kasihnya kepada mereka.

Hidup penuh dengan resiko, kita mau mengambilnya atau mencari aman.
Saya sedang berpikir untuk kejadian beberapa hari dalam perjalanan misi ke Pontianak , Meliau dan Butong. Hari pertama adalah waktu di mana saya harus mengajar seminar . Dua sesi pertama berlangsung dengan lancar sewaktu saya mau mendemonstrasikan kepada orang yang sakit. Demonstrasi kepada orang sakit selalu mengandung resiko dalam seminar. Tapi ini sangat penting. Dengan iman bahwa Tuhan akan meneguhkan pengajaran ini dengan demonstrasi kesembuhan saya meminta beberapa orang sakit untuk maju ke depan. Orang-orang tersebut adalah mereka yang sakit pada kepala, sakit asam lambung dan sakit dengan adanya gangguan pada kaki dan tangan. Kira-kira sepuluh orang maju ke depan untuk didoakan. Saya mendemonstrasi kan perintah jarak jauh kepada sekitar empat orang yang sakit kepala tanpa menyentuh atau memakai otoritas dari jarak jauh. Sebelumnya saya menanyakan kepada mereka berapa lama mereka sudah merasakan itu. Satu orang mengatakan ini sakit kepala yang ia sudah rasakan sejak kecil dan tidak pernah berhenti. Orang kedua mengatakan sejak dia sekolah misi ini berarti sudah berlangsung selama satu tahun . Kemudian yang ketiga dia baru berasakan sakit kepala berapa hari ini. Saya katakan gunung penyakit berapa lama pun pasti akan sembuh. Setelah itu saya perintahkan kesembuhan di dalam nama Yesus. Semua yang sakit kepala sembuh. Kemudian saya menyuruh mereka yang sakit asam lambung untuk memegang badan mereka dan saya perintahkan kesembuhan. Terakhir saya meminta mereka yang sudah sembuh menjamah merek yang belum sembuh terutama mereka yang sakit pada kaki dan tangan dan mereka semua sembuh. Hari itu mereka tambah semangat melihat kuasa Tuhan bekerja.
Pada malam harinya saya mendemonstrasikan kesembuhan antara mereka dengan menyembuhkan orang yang sakit dari jarak jauh. Tuhan meneguhkan ini.

Pada hari Sabtu malam saya membagikan Firman yang terdapat pada Yohanes 14 . Tuhan Yesus mengajak orang untuk percaya kepada Allah dan percaya juga kepada Yesus. Tidak cukup hanya percaya kepada Allah saja harus percaya kepada Yesus juga. Dia adalah Jalan kebenaran dan hidup Yoh 14:6 hanya lewat Dia maka orang dapat datang kepada Bapa. Tetapi bangsa Yahudi merasa ini penghujatan untuk menyamakan seorang manusia dengan Allah. Mereka belum mau percaya kepada Yesus jika Yesus tidak membuktikan sesuatu. Tuhan Yesus mengatakan bahwa percayalah lewat perbuatan-perbuatan-Nya yang hanya Allah dapat lakukan. Pekerjaannya yaitu mujizat yang luar biasa.
Saya mengatakan bahwa Tuhan Yesus itu hidup dan Dia masih melakukan mujizat kesembuhan bagi orang banyak. Hari itu saya meminta mereka yang sakit maju ke depan. Dan murid-murid yang sudah dilatih menerapkan apa yang mereka sudah pelajari semasa seminar. Tuhan menunjukkan mukjizat yang luar biasa dengan banyak orang yang disembuhkan satu persatu yang saya ajak untuk bersaksi di depan jemaat.

Masih ada satu dua oran yang sedang dilayani dan sebagian besar sudah sembuh maka saya mengambil kesempatan untuk semua orang yang melihat bukti lawatan Allah untuk percaya sepenuhnya akan Dia . Tuhan melakukan hal yang luar biasa dengan mengambil keputusan untuk menyerahkan hidupnya Tuhan.

Bukan Cuma itu saja orang-orang yang sedang dilatih semakin kuat iman mereka dan mereka semakin percaya untuk dipakai Tuhan memberitakan Injil dengna metoda yang paling efektif untuk menjangkau jiwa-jiwa seperti yang Yesus kerjakan. Karena hari itu adalah hari sabtu jadi berita menyebar sedemikian rupa kalua ada acara kebaktian kesembuhan ilahi.

Pada hari minggu pagi. Saya berkotbah untuk orang yang mau hidup merdeka sebaiknya taat dan setia kepada FirmanNya. Firman Tuhan memerdekan kita.
Saat itu saya melakukan demonstrasi kesembuhan dan banyak orang sembuh antaranya ada orang yang kurang melihat dengan baik dan tidak mendengar kedua telinganya menjadi sembuh. Demikian juga untuk orang yang sakit jantung dan tangannya tidak dapat mendengar akhirnya dia dapat berlari dan melompat=lompat di panggung Bersama saya. Hari itu semua orang yang hadir mengambil keputusan untuk percaya kepada Tuhan dan hidup sepenuhnya bagi Dia. Kebaktian penuh dengan orang-orang baru dari berbagai tempat.

Kesembuhan dasyat di pedalaman Button. Pada sore hari kami pergi dari desa Meliau ke desa Button dengan empat jam perjalanan dan melewati sungat di mana ada Gedung gereja baru yang akan diresmikan.

Setelah acara gunting pita saya mengadakan KKR. Saya berkotbah tentang 12 Pengintai yang dikirim untuk memata-matai orang Kanaan dan 10 dari mereka melaporkan hal yang jelek sedangan Kaleb dan Yosua tetap percaya akan kekuatan Allah yang akan Bersama mereka. Saya kemudian menantang mereka untuk percaya kepada Allah yang akan membawa mereka dalam kemenangan sebab Allah kita dasyat. Hari ini kita akan lihat langsung kebesaranNya lewat kesembuhan ilahi yang akan diterima oleh beberapa orang di antara mereka.

Saya yang sebelumnya berdoa agar Tuhan memberikan peneguhan kepada penyakit yang dianggap paling susah di atara mereka. Saya tidak lagi memilih penyakit ringan tapi berani mengambil resiko kepada mereka yang kurang baik penglihataannya. Sekitar 4 orang maju kedepan dan saya meminta beberapa siswa yang sudah mengikuti training menjamah mata mereka dan saya perintahkan agar mata mereka dapat melihat dengna normal di dalam nama Yesus. Sekejab ada satu orang langsung bersaksi bahwa dia dapat melihat dengan baik sekarang dan disusul dengan tiga orang yang lain. Kemudian tahpa berikutnya saya mengajak mereka yang sakit kepala maju ke depan dan mereka juga sembuh semua setelah para siswa mengusir penyakit mereka di dalam nama Yesus. Saya kemudian melanjutkan untuk mereka yang yang sakit asam lambung dan disusul dengan sakit tangan dan kaki. Ini adalah sakit yang paling umum yang banyak dialami oleh orang-orang kampung yang bekerja. Kemudian saya mengambil waktu segera untuk menantang mereka menerima Yesus dan percaya sepenuhnya kepada Yesus bukan percaya kepada yang lain.

Saya sangat mengucap syukur untuk dapat taat kepada Tuhan untuk mengajar dan melatih orang-orang yang masih mudah di Kalimantan Barat untuk misi dan juga melihat betapa mudahnya orang-orang dapat percaya kepada Yesus setelah melihat mujizat kesembuhan.

Dua minggu lagi saya akan melayani di Nias Sumatera Utara dan saya yakin Tuhan akan memberkati perjalanan saya untuk dapat membuktikan bahwa Yesus adalah Kristus Tuhan yang hidup. Saya berdoa agar orang-orang yang lumpuh, sakit stroke dan kena Kanker dapat merasakan jamahan Tuhan dan disembuhan sebagaimana Tuhan dapat lalukan untuk orang-orang yang sakit jantung, buta, tuli, sakit magh, sakit ginjal, paru-paru, alergi, sakit kaki dan tangan , sakit kepala yang pernah disembuhkan dalam pelayanan saya sebelumnya.. God with us